Berita

Hiruk Pikuk Peringatan Ultah Orang Nomor 1 di DIY

123
×

Hiruk Pikuk Peringatan Ultah Orang Nomor 1 di DIY

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos – Jogja – Peringatan ulang tahun Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X atau ‘Ngarso Dalem’  pada 2 April 2026 berlangsung meriah.

Pasalnya, ribuan warga dari pelosok Yogyakarta dan sekitarnya pun ikut bersukacita atas ulang tahun orang nomor satu di DIY itu.

Paguyuban lurah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang tergabung dalam Nayantaka juga ikut tampil diacara kirab budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Raja Keraton Yogyakarta sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

“Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan terima kasih atas kepemimpinan raja yang dinilai selalu memberikan teladan dalam melayani masyarakat,” kata Ketua Nayantaka Gandang Hardjanata.

Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi momentum bersejarah karena belum pernah dilaksanakan sebelumnya sejak masa kemerdekaan.

“Melalui kirab ini, pemerintah tingkat kelurahan bersama masyarakat akan sowan untuk menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Ngarsa Dalem (Sultan HB X),” ucapnya.

Dalam kirab tersebut, kata dia, setiap kelurahan membawa hasil panen sesuai potensi wilayah masing-masing. Hasil tersebut diserahkan langsung kepada Ngarsa Dalem, kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan melalui pemerintah daerah.

“Kami menghaturkan hal ini sebagian hasil panen yang sudah dipercayakan ke tingkat kelurahan untuk digarap” katanya.

Gandang menambahkan, dalam perayaan atau mangayubagya ikut bersuka cita atas ulang tahun Sultan HB X itu melibatkan kolaborasi antara Nayantaka dan Sekar Tejo dengan total peserta diperkirakan mencapai 10.000 hingga 12.000 orang. Setiap kelurahan akan mengirimkan sekitar 20 hingga 30 perwakilan.

“Rombongan kirab dimulai dari wilayah Kota Yogyakarta, kemudian Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul. Para lurah dan pamong akan mengenakan busana adat Ngayogyakarta jangkep (lengkap), sementara masyarakat dianjurkan mengenakan batik atau busana adat Jawa,” paparnya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk dalam pengaturan lalu lintas.

“Kami sangat mendukung penuh,” tandasnya.

Ia menilai kegiatan ini sebagai momentum penting yang menunjukkan kuatnya hubungan antara masyarakat Yogyakarta dengan rajanya.

“Ini sesuatu yang monumental. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan ini menjadi bukti bahwa kecintaan kepada raja masih tumbuh kuat,” tutupnya. (Byu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *