Berita

Kisah Pilu Mbah Sarno, Pejuang Yang Tinggal Dibekas Kandang Ayam Tak Diakui Negara

485
×

Kisah Pilu Mbah Sarno, Pejuang Yang Tinggal Dibekas Kandang Ayam Tak Diakui Negara

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos – Ponjong – Nasib Naas dialami oleh Mbah Sarno (84) warga Pedukuhan Susukan II, Kelurahan Genjahan, Kapanewon Ponjong, Gunungkidul.

Bagaimana tidak, seorang veteran pejuang kemerdekaan tersebut hanya hidup sebatang kara dan tinggal dibekas kandang ayam milik saudaranya.

Selama 20 tahun Mbah Sarno tinggal digubuk berukuran 6x8meter seolah tak patah semangat untuk terus hidup. Meski tak mendapat bantuan pemerintah, namun kepedulian dari pihak lain mampun membuat Mbah Sarno tetap bisa makan.

Selain itu, meski seorang pejuang kemerdekaan, Mbah Sarno tidak mendapatkan tunjangan veteran sejak pengajuan statusnya sebagai veteran ditolak pada 2014 tanpa alasan yang jelas. Saat ini, Mbah Sarno hanya mengandalkan bantuan dari lingkungan sekitar, termasuk yayasan yang memberikan makan dua kali sehari serta bantuan dari gereja setempat.

Mbah Sarno sendiri memiliki bukti sebagai pejuang, yaitu Surat Tanda Penghargaan Satya Lencana Wira Dharma yang ditandatangani oleh A.H. Nasution pada 26 Maret 1966. Meskipun ia pernah bertugas dalam berbagai operasi militer penting, termasuk pemberantasan PRRI di Sumatera dan operasi merebut Irian Barat, Sarno tidak diakui sebagai veteran resmi oleh negara.

“Harapan saya secara resmi biasa diakui oleh negara bahwa saya juga pejuang,” ujar Mbah Sarno. (Byu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *