Gunungkidulpos – Hasil produksi padi di Kabupaten Gunungkidul terus mengalami peningkatan.
Tercatat, pada Januari sampai Maret 2025 mencapai 203.842 ton gabah kering giling dengan rata-rata tingkat produktivitas 54,36 ton per hektare.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mangatakan, dirinya sangat mengapresiasi kinerja petani Gunungkidul di mana pada 2024 untuk hasil produksi padi sebesar 264.236 ton gabah kering giling (GKG) dan pada subround 1 pada 2025 produksi gabah mencapai mencapai 203.842 ton GKG.
“Sangat luar biasa dan patut kita syukuri bersama bahwa pertanian di Gunungkidul mulai tumbuh subur,” kata Endah disela acara Panen Raya Padi Serentak di 14 Provinsi yang digelar di Gelaran 1, Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Senin (7/4/2025).
Bersama degan hal itu, Endah pun mendorong kerjasama atara petani degan Bulog. Dimana Bulog telah meluncurkan serbuan gabah, harga gabah petani dibeli dengan nominal yang pantas.
“Presiden mencanangkan ketahanan pangan dengan mengintervensi harga panen petani, jagung diintervensi yang kemarin berapa sekarang dihargai Rp5 ribu, gabah yang kemarin hanya Rp5 ribu sekarang minimal Rp6.500. Seoga program ini terus ditingkatkan sehingga petani berangsur dapat lebih sejahtera,” ujarnya.
Bupati juga mendorong masyarakat bersama-sama menjaga kemandirian dan ketahanan pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah.
“Dengan memanfaatkan pekarangan rumah kebutuhan ketahanan pangan bisa tercukupi,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi memaparkan bahwa menurut data luas lahan baku sawah (LBS) di Kabupaten Gunungkidul saat ini adalah 26.854 hektare, dan harapannya ke depan dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dalam 1 tahun dapat melaksanakan masa tanam sebanyak 2-3 kali.
“Kami dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dari bupati sendiri sangat merespon terhadap program ini, dengan memberikan support dalam bentuk alat pertanian untuk keberlangsungan pertanian,” kata Rismiyadi. (Bayu)











