Politik

Airlangga Hartarto Mundur Tak Berpengaruh Terhadap Pilkada Gunungkidul

269
×

Airlangga Hartarto Mundur Tak Berpengaruh Terhadap Pilkada Gunungkidul

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos – Wonosari – Dinamika politik yang terjadi di dewan pimpinan pusat Partai Golkar tidak mempengaruhi persiapan Pilkada 2024 mendatang.

Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Dewan pimpinan daerah Partai Golkar Gunungkidul Heri Nugroho, usai pelantikan anggota DPRD Gunungkidul periode 2024 – 2029.

“Ketua umum yang baru tidak bisa mempengaruhi hasil usulan dari tingkat bawah. Dinamika di atas tidak berpengaruh dengan Pilkada Gunungkidul,” kata

“Tidak ada pengaruh dengan Pilkada,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho usai pelantikan DPRD Gunungkidul, Senin (12/8/2024).

Menurutnya, Golkar ini selalu mendengarkan aspirasi dari bawah. Sehingga siapapun ketua umumnya tidak mempengaruhi usulan mereka dari bawah.

“Jadi tidak boleh ketua umum yang baru kemudian seenaknya memutuskan. tidak boleh. pasti mendengarkan suara kabupaten kota dan provinsi,” tegas dia.

Heri juga mengungkapkan jika sampai saat ini Koalisi Indonesia Maju belum memberikan arahan kepada jajaran Partai Golkar tingkat daerah. Namun Senin siang ini sekitar pukul 14.00 WIB bakal ada rapat di kantor DPD Partai Golkar DIY.

Soal arah koalisi, sampai hari ini pihaknya belum menentukan ke arah mana. Pihaknya masih terus menjalin komunikasi seperti dengan PDIP, PKB dan Gerindra.

“Kita masih silaturahmi terus seperti. Belum ada instruksi dari KIM. Jam 2 ada berita dari DIY Golkar belum ada nanti jam 02.00 (14.00),” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Partai Golkar selakigus Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Ketua Umum Partai Golkar pada 10 Agustus 2024. Pernyataan ini disampaikan melalui video resmi berdurasi kurang dari lima menit pada Minggu, 11 Agustus 2024.

Dalam pernyataannya, Airlangga menekankan bahwa keputusan untuk mundur diambil demi menjaga keutuhan dan stabilitas internal Partai Golkar, terutama dalam menghadapi transisi pemerintahan yang akan segera berlangsung.

“Dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim dan atas petunjuk Tuhan yang Maha Besar, saya dengan ini menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar.” tutupnya. (Byu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *