Kesehatan

Kasus Campak di Gunungkidul Tembus Belasan Korban

138
×

Kasus Campak di Gunungkidul Tembus Belasan Korban

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos – Mulai awal 2026, kasus campak di Gunungkidul tercatat sebanyak 11 orang. Dinas Kesehatan Gunungkidul pun memastikan situasi masih terkendali sehingga belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Jumlah kasus yang ditemukan hingga saat ini masih relatif rendah yakni mencapai 11 pasien dan ini cenderung melandai,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul, Wanda Abrar kepada awak media, Senin (9/3/2026).

Wanda mengaku, penyebaran penyakit campak di wilayah Bumi Handayani hingga kini masih tergolong terkendali. Sebagai perbandingan, pada 2025 tercatat sebanyak 17 warga di Gunungkidul dinyatakan positif campak.

Menurut dia, seluruh pasien yang teridentifikasi telah menjalani isolasi guna mencegah penularan lebih lanjut. Selain itu, hasil pemantauan selama 28 hari terhadap pasien juga menunjukkan tidak adanya penyebaran kasus kepada orang lain.

Meski kondisi masih terkendali, Dinas Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit campak. Gejala awal yang perlu diperhatikan antara lain demam tinggi yang disertai batuk.

“Untuk Gunungkidul tidak ada penetapan KLB campak,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menambahkan pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi pencegahan penyakit kepada masyarakat. Salah satunya melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang melibatkan kader kesehatan di tingkat kalurahan.

Program tersebut juga mendorong masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan bergizi sebagai upaya menjaga daya tahan tubuh.

Menurut Ismono, menjaga kondisi tubuh tetap sehat menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terserang berbagai penyakit menular, termasuk campak.

“Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat [PHBS] serta rutin berolahraga dan makan-makanan bergizi sangat penting dalam upaya menjaga Kesehatan,” ungkapnya. (Byu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *