Uncategorized

Kemen PPPA dan XL Axiata Launching Progam She Inspire Untuk Penghuni Lapas Perempuan

289
×

Kemen PPPA dan XL Axiata Launching Progam She Inspire Untuk Penghuni Lapas Perempuan

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos – Program She Inspire digelar di Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta, Wonosari, Senin (24/2/2025).

Kegiatan tersebut dikemas berkat kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang berkolaborasi dengan XL Axiata.

Diharapkan, program ini tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, tetapi juga berdampak positif bagi masyarakat luas.

“Tujuannya untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi setelah bebas nanti,” kata Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Dr Amurwani Dwi Lestariningsih kepada awak media.

Ia menuturkan, program pelatihan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Menurut dia, program ini tidak hanya bermanfaat bagi warga binaan, akan tetap berdampak positif bagi masyarakat luas.

“Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis (hard skill) seperti memasak dan menjahit, tetapi juga soft skill yang bertujuan untuk membangun ketahanan mental dan kesiapan sosial. Dengan begitu, para warga binaan dapat berintegrasi kembali dengan keluarga, anak, dan masyarakat setelah menjalani masa hukuman,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT XL Axiata, Dian Siswarini, menjelaskan program ini telah berjalan selama lebih dari satu dekade.

Pada tahun 2024, program ini telah menjangkau lebih dari satu juta perempuan dan lebih dari 4.000 pemilik UMKM di seluruh Indonesia.

Awalnya dikembangkan untuk membantu perempuan memahami internet dan teknologi.

Namun, seiring waktu, program ini berkembang menjadi platform pemberdayaan ekonomi.

“Kami berharap program ini dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi perempuan pasca bebas, seperti keterbatasan akses pelatihan dan stigma sosial. Melalui bimbingan kewirausahaan, kami telah menyelenggarakan pelatihan di tujuh lapas di Indonesia,” katanya.

Direktur Pembimbingan Kemasyarakatan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ceno Herususetiokarto menyambut baik terhadap program tersebut.

Dia mengapresiasi terselenggaranya pelatihan yang diikuti oleh 50 warga binaan selama dua hari ini.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan wirausaha, tetapi juga memberikan pendampingan moral yang dapat membantu mereka beradaptasi dengan kehidupan setelah bebas.

“Semoga menjadi bekal mandiri dan kedepan akan memotivasi untuk mengembangkan usaha mereka,” pungkasnya. (Byu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *