Berita

Peringatan HGN 2026 ke-66, Persagi Gunungkidul Berpartisipasi dalam Pemecahan Rekor MURI Edukasi Gizi Anak Sekolah

200
×

Peringatan HGN 2026 ke-66, Persagi Gunungkidul Berpartisipasi dalam Pemecahan Rekor MURI Edukasi Gizi Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpost – Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026 menjadi tonggak penting bagi para tenaga gizi di Indonesia dalam memperkuat komitmen percepatan penurunan angka stunting.

Momentum ini ditandai dengan peluncuran Program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah serta pelaksanaan edukasi gizi serentak secara nasional yang berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Dewan Pengurus Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD Persagi) Kabupaten Gunungkidul turut berperan aktif dalam kegiatan pemecahan rekor MURI melalui pelaksanaan edukasi gizi serentak bertema gizi seimbang bagi anak sekolah. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan pengetahuan gizi sejak dini sekaligus membangun kebiasaan makan sehat dan pola hidup seimbang di kalangan pelajar.

Ketua DPD Persagi Gunungkidul, Arinto Hadi, M.Gizi, menjelaskan bahwa permasalahan gizi di Indonesia terus berkembang seiring waktu. Jika sebelumnya Indonesia dihadapkan pada empat masalah gizi utama, yakni Kurang Energi Kronis (KEK), kekurangan vitamin A, anemia gizi besi, serta gangguan akibat kekurangan yodium, saat ini perhatian utama difokuskan pada penanganan stunting.

Menurut Arinto, stunting tidak semata-mata berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Apabila tidak ditangani secara serius, stunting berpotensi menghilangkan peluang dan kemampuan generasi penerus bangsa.
Ia juga mengutip pernyataan mantan

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, yang menyebut stunting dapat menimbulkan lost generation yang berdampak pada kemajuan bangsa serta pertumbuhan ekonomi nasional. Pengalaman Jepang dalam menekan angka stunting melalui intervensi jangka panjang, termasuk program pemberian makanan bergizi di sekolah, dinilai dapat menjadi rujukan bagi Indonesia.

Di Kabupaten Gunungkidul, edukasi gizi dilaksanakan di lima sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Wonosari, SMA Negeri 2 Wonosari, SMK Negeri 2 Wonosari, SMP Negeri 1 Ponjong, dan SMP Negeri 1 Karangmojo. Kegiatan ini melibatkan sebanyak 125 edukator gizi. Sementara itu, secara nasional, edukasi gizi serentak digelar di 1.836 titik dengan jumlah edukator mencapai ribuan orang.

Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Wonosari, Warsito, mengajak seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan edukasi gizi dengan semangat dan antusias. Ia juga menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan di sekolahnya selama beberapa bulan terakhir memberikan dampak positif bagi para siswa.

“Anak-anak, mari kita ikuti kegiatan ini dengan penuh kegembiraan. Alhamdulillah, Program Makan Bergizi Gratis yang telah diterapkan di sekolah berjalan aman dan lancar. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas gizi,” ungkap Warsito.

Melalui peringatan HGN ke-66 Tahun 2026 ini, Persagi berharap edukasi gizi yang dilakukan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesehatan anak sekolah, sekaligus memperkuat peran sekolah dan tenaga pendidik dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (Kis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *