Berita

Peringatan Hari Jadi Gunungkidul, Pemkab Resmikan 57 RTLH dan Salurkan Berbagai Bantuan

13
×

Peringatan Hari Jadi Gunungkidul, Pemkab Resmikan 57 RTLH dan Salurkan Berbagai Bantuan

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Purwosari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menggelar serangkaian kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan yang dipusatkan di Padukuhan Klampok, Kapanewon Purwosari, Rabu (23/9/2026), tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong atau “Holopis Kuntul Baris” dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah peresmian program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), termasuk rumah milik Ngatno di Padukuhan Klampok yang kini telah menjadi hunian layak.

Ketua Baznas Kabupaten Gunungkidul, Mustangid, melaporkan bahwa sepanjang Januari hingga September 2026, sebanyak 57 rumah berhasil direhabilitasi, melampaui target semester sebelumnya.

“Program RTLH kini memiliki fungsi ganda. Selain menyediakan tempat tinggal yang layak, prioritas pembangunan diarahkan pada keluarga yang memiliki anak sekolah, balita, atau ibu yang baru melahirkan sebagai upaya strategis penurunan angka stunting di Gunungkidul,” ungkap Mustangid.

Selain pembangunan rumah, Baznas juga telah menyerahkan 39 unit jamban guna meningkatkan kualitas sanitasi masyarakat.

Menghadapi tantangan kekeringan, Pemkab Gunungkidul melalui Baznas bersama sejumlah mitra, seperti Kagama DIY dan DPD IK Undip DIY, mulai mengalihkan fokus dari sekadar penyaluran air bersih menuju penyediaan sarana penampungan yang lebih permanen. Hingga saat ini, telah diserahkan empat unit toren berkapasitas 5.300 liter kepada masyarakat.

Bantuan toren tersebut diserahkan secara simbolis kepada sejumlah takmir masjid dan dukuh di wilayah setempat.

Pemerintah daerah bersama Baznas juga menunjukkan kepeduliannya kepada peternak yang mengalami musibah. Sebanyak 27 ekor ternak berupa kambing dan cempe milik 13 warga dilaporkan mati akibat serangan binatang buas.

Sebagai bentuk “tanda tresno” atau tali asih, Pemkab Gunungkidul memberikan kompensasi uang tunai dengan total sekitar Rp13 juta guna meringankan beban ekonomi para korban.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan para peternak agar lebih waspada dan menjaga ternaknya dengan baik, terutama saat musim kemarau.

Selain itu, sebanyak 40 paket sembako disalurkan kepada kelompok masyarakat rentan. Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada 10 penerima manfaat yang terdiri atas lansia, penyandang disabilitas, anak yatim piatu, serta marbot masjid di sekitar Padukuhan Klampok.

Dalam sambutannya, Bupati Endah menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Gunungkidul bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk menghadirkan kebahagiaan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setitik air dan setiap paket bantuan yang kita salurkan hari ini adalah bukti bahwa warga Gunungkidul tidak pernah berjalan sendirian,” tegas Bupati di akhir sambutannya.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas OPD, Baznas, TNI, Polri, serta berbagai ikatan alumni perguruan tinggi yang telah bahu-membahu menyukseskan kegiatan tersebut.

Melalui sinergi yang terus terjalin, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gunungkidul dapat berjalan lebih optimal.

Reporter: Alvianita S. Imelda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *