Wisata

Pantai Sanglen Ditutup Pihak Kraton, Ini Alasannya

345
×

Pantai Sanglen Ditutup Pihak Kraton, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos – Tanjungsari – Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Jogja menutup akses ke Pantai Sanglen, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul.

Hal itu disampaikan oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Gunungkidul.
Penutupan dilakukan sebagai upaya pencegahan pembangunan secara ilegal di lokasi pembangunan Obelix oleh pihak lain.

“Warga Kemadang telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Biru Bianti Indonesia perihal pemindahan lokasi kios dagang,” kata Kepala Dispertaru Gunungkidul, Fajar Ridwan beberapa waktu lalu.

Lokasi kios lama akan dibangun destinasi wisata Obelix. Sebab itu, warga khususnya pedagang sepakat untuk pindah ke kios baru.

Hanya, ada warga lain dari luar Kalurahan Kemadang datang dan disinyalir akan membangun di wilayah kekancingan milik PT. Biru Bianti Indonesia. Maka, terjadilah konflik antarwarga. Agar tidak terjadi konflik antarwarga, Kraton Jogja memutuskan menutup akses ke Pantai Sanglen.

“Pihak yang sudah ada kekancingannya itu sudah boleh membangun, yang belum dapat kekancingan malah disinyalir ada yang membangun tanpa lewat kekancingan. Pencegahan saja agar tidak terjadi pembangunan ilegal, makanya ditutup,” kata Fajar ditemui di kantornya.

Carik Kemadang, Suminto mengatakan penutupan tersebut dilakukan sekitar tiga hari yang lalu. Akibat penutupan ini, wisatawan tidak bisa masuk.

Suminto menjelaskan PT. Biru Bianti Indonesia telah bertemu Kraton Jogja dan telah memaparkan pembangunan tersebut ke Sultan HB X.

Hasil dari pertemuan itu adalah agar pembangunan Obelix yang mendasarkan pada tujuan pemberdayaan masyarakat segera dilaksanakan.

“Proyek pembangunan oleh Obelix kan mau dimulai. Kami itu menerima surat dari Kraton untuk mensterilkan lokasi,” kata Suminto.

“Saya diberi tahu pihak Kraton, itu sudah sesuai surat palilah yang ada,” katanya. (G1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *