Berita

Gunungkidul Disiapkan Jadi Sentra Bioetanol Nasional

14
×

Gunungkidul Disiapkan Jadi Sentra Bioetanol Nasional

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Wonosari – Kabupaten Gunungkidul disiapkan menjadi salah satu sentra pengembangan bioetanol nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan penyiapan penambahan luas lahan tanaman jagung dan ubi kayu oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam rapat koordinasi percepatan program kemandirian energi nasional yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Gunungkidul menjadi salah satu dari 44 kabupaten/kota di Indonesia yang diundang dalam rapat tersebut. Dalam kesepakatan yang ditandatangani, Gunungkidul direncanakan menjadi lokasi pembangunan empat pabrik bioetanol, masing-masing dua pabrik berbahan baku jagung dan dua pabrik berbahan baku ubi kayu. Sementara komoditas tebu tidak masuk dalam alokasi pengembangan karena keterbatasan luas lahan di wilayah tersebut.

Bupati Endah mengatakan, pengembangan bioetanol di Gunungkidul merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas pertanian masyarakat.

“Program ini adalah kemandirian energi yang bersumber dari jagung dan ubi kayu. Untuk Gunungkidul, sesuai data dari Pak Mentan yang sudah kami tandatangani, akan didirikan masing-masing dua pabrik bioetanol dari jagung dan ubi kayu,” ujar Bupati Endah.

Menurutnya, pembangunan tersebut akan direalisasikan melalui kerja sama antara BUMN dan pemerintah dengan dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan lahan.

“Ini akan segera direalisasikan melalui kerja sama BUMN dengan pemerintah serta dukungan tanah dari pemerintah daerah,” lanjutnya.

Ia berharap seluruh persiapan dapat segera ditindaklanjuti sehingga pengembangan bioetanol di Gunungkidul memberikan manfaat bagi ketahanan pangan, kemandirian energi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga kemandirian energi yang dirancangkan di pagi hari ini segera bisa direalisasikan demi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah kini mengarahkan fokus pada pengembangan bioetanol E20 sebagai agenda lanjutan setelah capaian swasembada pangan dan pengembangan biodiesel.

“Pangan selesai, sudah delapan komoditas kita swasembada, bahkan ekspor. Biodiesel selesai, tidak impor. Sekarang kita masuk ke bioetanol E20,” tegas Mentan Amran.

Kebutuhan bioetanol nasional untuk mendukung implementasi E20 hingga 2029 diperkirakan mencapai 5,53 juta kiloliter. Karena itu, pemerintah mendorong pembangunan industri pengolahan bioetanol di berbagai daerah dengan melibatkan petani melalui skema kemitraan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul selanjutnya akan menindaklanjuti kesepakatan tersebut melalui koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan perangkat daerah terkait, termasuk penyiapan lahan, pengembangan komoditas bahan baku, serta persiapan pembangunan pabrik bioetanol.

Reporter: Alvianita S. Imelda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *