Berita

Bupati Endah Raih Swara Cantika 2026, Budaya Gunungkidul Jadi Sorotan Nasional

56
×

Bupati Endah Raih Swara Cantika 2026, Budaya Gunungkidul Jadi Sorotan Nasional

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Jakarta – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menerima penghargaan dalam ajang Apresiasi Swara Cantika 2026 yang diselenggarakan Tempo di Jakarta. Dalam ajang tersebut, Endah meraih penghargaan kategori Pelopor dan Penggerak Ruang Publik Bidang Pelestarian Budaya dan Tradisi.

Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah Endah dalam menempatkan kebudayaan sebagai salah satu pilar pembangunan di Gunungkidul. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga terus membuka ruang bagi seniman lokal serta mendorong regenerasi seni tradisi sejak dini.

Usai menerima penghargaan, Endah menyampaikan apresiasi kepada Tempo yang dinilai telah memberikan ruang bagi perempuan Indonesia untuk terus berkembang dan berkiprah di berbagai bidang.

“Luar biasa, kami menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Tempo karena telah memberikan ruang kepada para perempuan, dan tentu saja perempuan penggerak, perempuan yang mempunyai keberanian, mempunyai keteguhan, mempunyai kesabaran, dan perempuan yang sering kontemplasi seperti dalam pidato Presiden RI ke-5 tadi yang sangat menginspirasi kami,” ujarnya.

Menurut Endah, agenda seperti Swara Cantika perlu terus dilanjutkan karena dapat menjadi ajang yang mendorong perempuan Indonesia untuk berani tampil dan berkompetisi secara positif.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam dunia politik. Menurutnya, ketentuan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemenuhan kuota semata.

“Jangan sampai 30 persen itu hanya sebagai kuota saja, tetapi memang ada keinginan dari dalam hati para perempuan Indonesia untuk mau berpolitik. Sayangnya political will ini belum dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

Endah menambahkan bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan partai atau pemilu, melainkan hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Politik itu tidak sekadar berbicara mengenai partainya, tetapi ternyata mengenai kehidupan sehari-hari. Membeli beras, membeli sembako dengan tawar-menawar, dialog, diskusi, negosiasi di pasar, itu adalah kehidupan politik,” ungkapnya.

Terkait penghargaan yang diterimanya, Endah menyebut pelestarian budaya menjadi perhatian serius di Gunungkidul. Ribuan padukuhan di wilayah tersebut memiliki tradisi dan ritual budaya yang terus dijaga hingga saat ini.

“Alhamdulillah, di Gunungkidul memang peradaban dan budaya ini kami kedepankan karena hampir di 1.429 tingkat padukuhan itu setiap tahun mempunyai ritual budaya masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan warisan budaya yang dimiliki Gunungkidul merupakan amanah yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Dengan kebudayaannya, hal ini kami mempunyai kewajiban untuk menjaga, melestarikan, menumbuhkembangkan, merawat, dan menjadi pelaku budaya itu sendiri,” katanya.

Endah berharap Apresiasi Swara Cantika dapat terus dipertahankan sebagai ruang bagi perempuan Indonesia untuk berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

“Harapan kami, Apresiasi Swara Cantika ke depan masih dipertahankan dan dilanjutkan sebagai ruang bagi para perempuan Indonesia untuk terus maju, berkompetisi, dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara kita,” ucapnya.

Kepada perempuan Gunungkidul, Endah berpesan agar terus menjadi sosok yang mandiri dan memiliki cita-cita besar.

“Untuk para perempuan Gunungkidul, mari kita menjadi perempuan yang mandiri, punya cita-cita, dan bisa diandalkan,” tandasnya.

Ia menilai kiprah perempuan Indonesia saat ini semakin terlihat di berbagai sektor, mulai dari tingkat nasional hingga daerah.

“Saya meyakini Ibu Kartini sebagai tokoh emansipasi wanita akan tersenyum saat ini karena perempuan Indonesia ini sudah mulai berkiprah untuk ikut membangun bangsa dan negara,” pungkasnya.

Reporter: Alvianita S. Imelda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *