
Gunungkidulpos.com – Wonosari – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar malam tirakatan Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (3/10/2026) malam.


Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh perwakilan lima agama sebagai wujud kebersamaan dan toleransi yang terus dijaga di Kabupaten Gunungkidul.
Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul, Arkham Mashudi, mengatakan peringatan hari jadi bukan sekadar bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah dan meneruskan pembangunan bagi generasi mendatang.
“Peringatan hari jadi ini bukan hanya sekadar bertambahnya usia daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang dan memperdalam sejarah, menghargai jasa para pendahulu, serta merefleksikan tanggung jawab kita untuk meneruskan pembangunan Gunungkidul dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Menurut Arkham, tema Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul, yakni Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine, diharapkan mampu menjadi semangat bersama dalam memperkuat kepedulian, kebersamaan, kesehatan, dan ketenteraman masyarakat.
“Tema ini menjadi semangat kita bersama untuk menjadikan hari jadi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum memperkuat kehidupan, kepedulian, kebersamaan, kesehatan, serta ketenteraman seluruh warga masyarakat Gunungkidul,” katanya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan malam tirakatan menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar Kabupaten Gunungkidul senantiasa diberi keberkahan, ketenteraman, dan kesejahteraan.
“Tirakatan malam ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar Gunungkidul senantiasa diberikan keberkahan, ketenteraman, dan kesejahteraan,” ucapnya.
Bupati menjelaskan tema Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine mencerminkan tiga pilar keharmonisan hidup masyarakat Gunungkidul. Semangat kebersamaan, kesehatan, dan ketenteraman dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Gayeng guyub melambangkan semangat kebersamaan, saling merangkul, saling menguatkan, dan tumbuh bersama dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Waras ragane merupakan perwujudan daya hidup dan kesehatan raga, sedangkan tentrem atine melambangkan batin yang tenang, pikiran yang jernih, rasa aman, serta kedamaian sosial,” jelasnya.
Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam tema Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul dapat terus menjadi pedoman masyarakat dalam menjaga persatuan dan membangun daerah yang semakin maju serta sejahtera.
Reporter: Alvianita S. Imelda















