Berita

Hadiri Sedekah Bumi Randusari, Bupati Gunungkidul Ajak Warga Jaga Persatuan

77
×

Hadiri Sedekah Bumi Randusari, Bupati Gunungkidul Ajak Warga Jaga Persatuan

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Ngawen – Tradisi Sedekah Bumi atau Rasul kembali digelar masyarakat Padukuhan Randusari, Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen tersebut turut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih.

Kehadiran Bupati mendapat sambutan hangat dari warga yang memadati lokasi kegiatan. Acara berlangsung meriah dengan rangkaian kirab budaya, pertunjukan seni tradisional, hingga tradisi udik-udik yang melibatkan masyarakat dari berbagai RT dan RW. Kegiatan kemudian ditutup dengan rebutan gunungan yang menjadi simbol harapan akan keberkahan dan kesejahteraan bagi warga.

Dalam sambutannya, Bupati Endah menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi yang sarat makna dan mengandung filosofi kebersamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.

“Kegiatan ini menjadi sarana nguri-uri kebudayaan Jawa yang luhur serta simbol kemanunggalan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta,” ungkap Bupati.

Ia menjelaskan, Sedekah Bumi memiliki filosofi Nyawiji, yakni menyatukan niat dan tekad masyarakat dalam mensyukuri nikmat yang telah diberikan, terutama hasil panen yang menjadi sumber penghidupan warga.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung pelaksanaan pemilihan lurah yang akan segera berlangsung di Kalurahan Watusigar. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga persaudaraan dan tidak terpecah akibat perbedaan pilihan politik.

Diketahui, terdapat tiga calon yang akan berkompetisi dalam pemilihan lurah mendatang, yakni Kang Mardi, Mas Feri, dan Mas Sriyono.

Bupati turut mengutip amanat Bung Karno tentang pentingnya memiliki sikap Hakkul Yakin dalam menjalani perjuangan dan pembangunan. Ia mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan optimisme, memperkuat gotong royong, serta bersama-sama membangun wilayah agar semakin maju.

“Jangan sampai perbedaan pilihan merusak persatuan masyarakat. Kita semua berharap proses demokrasi ini berjalan aman dan tentrem,” tambahnya.

Melalui kegiatan adat tersebut, masyarakat juga memanjatkan doa bersama agar diberikan kesehatan, keselamatan, rezeki yang berkah, serta kehidupan yang tenteram dan harmonis. Tradisi Sedekah Bumi di Randusari diharapkan terus menjadi perekat kebersamaan sekaligus menjaga kelestarian budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Alvianita S. Imelda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *