Berita

Atasi Kekeringan, Pemkab Gunungkidul Perluas Jaringan Air dan Salurkan 1.000 SR Bersubsidi

9
×

Atasi Kekeringan, Pemkab Gunungkidul Perluas Jaringan Air dan Salurkan 1.000 SR Bersubsidi

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Rongkop – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menegaskan komitmennya dalam mengatasi permasalahan air bersih saat musim kemarau melalui perluasan jaringan air bersih dan penyaluran program Sambungan Rumah (SR) Bersubsidi PDAM Tirta Handayani.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat menghadiri Temu Warga Penerima Manfaat Sambungan Rumah Bersubsidi di Padukuhan Slawu, Kalurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkop, Senin (14/9/2026).

Dalam sambutannya, Endah menyampaikan bahwa program subsidi sambungan rumah merupakan bagian dari upaya penanggulangan bencana hidrometeorologi dan penanganan kekeringan yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Gunungkidul.

Menurutnya, daerah yang berada dekat dengan sumber air dan jaringan utama seperti Briben dan Seropan menjadi prioritas agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat.

“Sehingga justru wilayah yang dekat dengan sumber airnya dan jaringannya yang kita prioritaskan untuk mengurangi problem air di musim kemarau,” ujar Bupati Endah.

Untuk mengurangi dampak kemarau panjang secara berkelanjutan, Pemkab Gunungkidul juga menyiapkan pembangunan jaringan perpipaan baru di kawasan Sindon yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Proyek tersebut merupakan hasil koordinasi dan diplomasi antara Pemkab Gunungkidul, PDAM Tirta Handayani, Balai Besar, serta Direktorat Jenderal terkait dengan nilai anggaran sekitar Rp5 hingga Rp6 miliar.

“Alhamdulillah kemarin diplomasi dari Pak Dirut yang ke Jakarta bersama Balai Besar dan Pak Dirjen juga sudah ke lokasi, nanti akan dibangun di Sindon kurang lebih bulan Oktober. Akan ada pembangunan sambungan air lagi yang anggarannya 5 sampai 6 miliar, dan mudah-mudahan bisa sedikit demi sedikit mengurangi problem kemarau panjang dan problem air bersih di kabupaten,” ungkap Bupati.

Pada tahun 2026, Pemkab Gunungkidul bersama PDAM Tirta Handayani merealisasikan program 1.000 SR Bersubsidi dengan memanfaatkan sisa dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) tahun 2025 sebesar Rp1 miliar. Melalui program tersebut, biaya pemasangan sambungan baru bagi masyarakat kurang mampu yang semula sebesar Rp2 juta dapat ditekan menjadi Rp560 ribu per kepala keluarga.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Sulistyo Aribowo, menjelaskan bahwa kuota 1.000 SR bersubsidi dibagi ke empat wilayah cabang, yakni Cabang Briben sebanyak 396 sambungan rumah, Cabang Baron 362 sambungan rumah, Cabang Seropan 222 sambungan rumah, dan Cabang Wonosari 20 sambungan rumah.

Selain program subsidi, dalam rangka Hari Pelanggan Nasional, PDAM Tirta Handayani juga menyerahkan delapan sambungan rumah gratis kepada masyarakat kurang mampu, tempat ibadah, dan fasilitas umum. PDAM juga menyalurkan 245 bingkisan kepada pelanggan yang tertib membayar tagihan.

Sementara itu, Lurah Pucanganom Surawan mengapresiasi perhatian Pemkab Gunungkidul dan PDAM Tirta Handayani terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Ia menyebut jaringan layanan air bersih di Pucanganom telah menjangkau 12 padukuhan yang memperoleh pasokan dari sistem Briben dan Seropan.

Khusus di Kalurahan Pucanganom, sebanyak 96 keluarga tercatat menjadi penerima manfaat program SR Bersubsidi. Menurut Surawan, program tersebut memberikan rasa nyaman dan tenang bagi masyarakat dalam menghadapi musim kemarau yang selama ini kerap menimbulkan persoalan ketersediaan air bersih.

Reporter: Alvianita S. Imelda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *