Berita

Bupati Serahkan 95 Alat Bantu Disabilitas, Wujudkan Gunungkidul Inklusif

18
×

Bupati Serahkan 95 Alat Bantu Disabilitas, Wujudkan Gunungkidul Inklusif

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Wonosari – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyalurkan bantuan sosial berupa alat bantu disabilitas kepada puluhan penerima manfaat di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (14/9/2026).

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Gunungkidul dalam menghadirkan pembangunan yang berkeadilan serta menjamin pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas melalui program strategis daerah “Warga Gayeng Guyub”.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul, MH. Arkham Mashudi, mengatakan bantuan yang diserahkan berasal dari dua sumber, yakni Bapel Jamkesos Pemerintah DIY dan APBD Kabupaten Gunungkidul.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita menyerahkan alat bantu disabilitas dari dua sumber. Pertama dari Bapel Jamkesus Pemerintah DIY berjumlah 57 unit dengan berbagai jenis seperti kursi roda, alat bantu dengar, dan kaki palsu. Ini berdasarkan hasil asesmen pemeriksaan tim dokter pada bulan Juli lalu,” ujar Arkham.

Selain itu, bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Gunungkidul berjumlah 38 unit. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat melalui mekanisme perencanaan resmi, termasuk Musrenbang, yang telah diajukan sejak tahun sebelumnya.

Arkham menambahkan, Dinsos PPPA Gunungkidul akan kembali menggelar pemeriksaan terpadu susulan pada 22 September 2026 di Balai Kelurahan Selang guna menjangkau warga yang belum mendapatkan layanan serupa.

“Kami mohon bantuan kepada Bapak/Ibu Panewu, Lurah, dan jajaran agar informasi ini bisa disebarluaskan sehingga banyak pendaftar yang bisa mengikuti pelayanan Bapel Jamkes terpadu berikutnya,” kata Arkham.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa bantuan sosial tersebut bukanlah bentuk belas kasihan, melainkan kewajiban negara untuk memastikan seluruh warga memperoleh hak yang sama tanpa diskriminasi.

“Melalui semangat Warga Gayeng Guyub, kita ingin membangun tatanan kehidupan yang harmonis, toleran, dan inklusif. Penyandang disabilitas adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat Gunungkidul yang memiliki hak setara,” tegas Endah.

Dalam kesempatan tersebut, Endah mengajak para penerima manfaat untuk tetap optimistis dan terus berkarya. Menurutnya, kondisi disabilitas dapat dialami siapa saja akibat berbagai faktor, baik kesehatan maupun kecelakaan.

“Jangan sampai merasa hidup kita sudah berakhir. Banyak atlet Peparda kita yang membuktikan slogan ‘Ora wutuh, ning ampuh’ (tidak utuh, tapi ampuh/hebat). Atlet angkat besi kita terbukti mampu menorehkan prestasi hingga ke kancah internasional dan membawa pulang medali emas,” ungkap Bupati.

Ia berharap bantuan yang telah melalui proses fitting sesuai kebutuhan penerima dapat meningkatkan mobilitas, mempermudah aktivitas sehari-hari, sekaligus menumbuhkan kembali rasa percaya diri penyandang disabilitas untuk hidup mandiri dan produktif.

Reporter: Alvianita S. Imelda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *