Gunungkidulpos.com – Wonosari – Misteri teror pembakaran yang menyasar MI Yappi Natah, Kapanewon Nglipar, akhirnya mulai terkuak. Polres Gunungkidul mengamankan dua bocah perempuan kakak beradik yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran sekolah tersebut.
Kedua anak yang diamankan masing-masing berusia 14 tahun dan 9 tahun. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga sang kakak memiliki peran utama dalam aksi tersebut.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Tri Marwanto mengatakan, kedua anak diduga datang ke sekolah pada malam hari dengan membawa solar yang diambil dari rumah. Bahan bakar tersebut kemudian disiramkan ke sejumlah bagian sekolah sebelum api dinyalakan menggunakan jerami dan kertas yang ditemukan di sekitar lokasi.
“Kakaknya yang memiliki inisiatif. Kakaknya juga yang melakukan pembakaran,” kata Tri Marwanto.
Menurut hasil pendalaman sementara, solar yang digunakan bukan dibeli secara khusus untuk melakukan pembakaran. Solar tersebut merupakan sisa bahan bakar yang sebelumnya digunakan keluarga untuk penerangan saat rumah mereka menjalani program bedah rumah.
Setelah menyiramkan solar ke sejumlah ruangan, sang kakak diduga mencari bahan yang mudah terbakar. Jerami di sekitar sekolah dan kertas yang ditemukan di dalam ruangan kemudian digunakan untuk memicu api.
Kasus ini terungkap setelah pihak sekolah menemukan sejumlah bagian bangunan dalam kondisi terdampak kebakaran pada Rabu (19/8/2026) pagi. Sebelumnya, petugas juga menemukan ceceran solar di sejumlah ruang kelas serta berbagai barang yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.
Polisi kini masih melakukan pendalaman terhadap kedua anak untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian dan memastikan motif di balik peristiwa tersebut.
Selain memeriksa kedua anak, penyidik juga mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah, keluarga, dan sejumlah saksi lain yang mengetahui latar belakang kejadian.
Hingga saat ini, Polres Gunungkidul masih mengembangkan penyelidikan dan belum mengungkap pasal yang akan dikenakan dalam perkara tersebut. (Alvianita S. Imelda)
















