Berita

Dari Hutan Menjadi Jalur Strategis, Kelok 18 Siap Beroperasi Tahun Ini

152
×

Dari Hutan Menjadi Jalur Strategis, Kelok 18 Siap Beroperasi Tahun Ini

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Wonosari – Proyek pembangunan jalan strategis Kretek-Girijati atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Jalur Kelok 18 kini telah rampung 100 persen. Infrastruktur yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul tersebut diproyeksikan menjadi akses baru menuju kawasan wisata pantai selatan sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jalur sepanjang 5,64 kilometer dengan lebar jalan 7 meter ini dibangun dengan nilai kontrak mencapai Rp254,57 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor kerja sama operasi (KSO) Waskita dan PP, serta didanai melalui bantuan luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB).

Project Manager pembangunan jalan Kretek-Girijati, Anang Nurkholis, menjelaskan bahwa proyek tersebut dibangun dengan membuka akses jalan baru di kawasan yang sebelumnya masih berupa hutan dengan kontur medan yang cukup ekstrem.

“Jalan Kretek-Girijati ini berfungsi sebagai penyambung krusial antara Jalan Parangtritis (dan Jembatan Kretek II) dengan ruas Girijati-Tlogowarak serta Legundi-Planjan yang merupakan bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS),” ujar Anang.

Keberadaan jalur baru tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata di pesisir selatan DIY.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih yang meninjau langsung lokasi proyek pada Jumat (28/8/2026), menilai jalur tersebut akan memberikan dampak besar bagi sektor pariwisata. Selain menjadi alternatif akses menuju destinasi wisata, keberadaan jalan baru ini juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi pada musim liburan.

“Dan diharapkan kedepan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata yang lebih terintegrasi antara Bantul dan Gunungkidul,” kata Bupati Endah.

Pemerintah daerah juga telah menyiapkan sejumlah rencana pengembangan di sepanjang koridor jalan tersebut. Di antaranya pembangunan gardu pandang dan rest area di kawasan perbatasan Bantul-Gunungkidul yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal.

Selain mendukung sektor pariwisata, infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu menarik investasi baru. Pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan skema land banking untuk menawarkan potensi ekonomi di kawasan selatan kepada investor, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Lapangan proyek, Sukiswandi, memastikan seluruh pekerjaan fisik telah selesai dikerjakan. Meski demikian, pengoperasian jalan masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait peresmian.

“Secara pekerjaan fisik kan sudah 100 persen, tapi akan difungsikan insyaallah nanti bulan September atau Oktober tahun ini,” ujar Sukiswandi.

Menurutnya, proyek yang dimulai sejak Agustus 2023 tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang 5 kilometer, dengan sekitar 1,9 kilometer berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Saat ini juga tengah berlangsung pengerjaan paket lanjutan sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer guna mendukung keterhubungan jaringan jalan di kawasan tersebut.

Pemerintah menargetkan seluruh akses jalan di wilayah Gunungkidul dapat terbuka secara penuh pada 2027. Ke depan, jalur Kretek-Girijati juga diproyeksikan terhubung dengan rencana pembangunan jalan tol di wilayah utara yang akan memiliki akses keluar di kawasan Gedangsari atau Ngalang.
Terkait seremoni pembukaan jalan, pihak pelaksana proyek masih menunggu keputusan dari Kementerian Pekerjaan Umum.

“Tinggal nanti kita peresmian saja, peresmiannya secara virtual atau nanti secara langsung… kita nunggu kabar berita dari Kementerian PU Jakarta,” pungkas Sukis. (Alvianita S. Imelda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *