Gunungkidulpos.com – Wonosari – Sebanyak 130 pelajar dan pemuda dari 35 sekolah menengah atas sederajat di Kabupaten Gunungkidul mengikuti Gerak Dampak Academy (GDA), program pengembangan kepemimpinan yang mendorong generasi muda menjadi agen perubahan melalui isu kesetaraan, perdamaian, dan pembangunan manusia.
Program hasil kolaborasi Gunungkidul Menginspirasi dan Indika Foundation ini resmi dibuka di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul serta Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) DIY.
Dalam laporannya, Joko Susilo dari tim pelaksana Gerak Dampak Academy Yogyakarta menjelaskan bahwa program tahun ini mengusung tema “Kesetaraan untuk Semua”. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas berbagai tantangan akses pendidikan yang masih dihadapi anak muda di Gunungkidul.
Menurutnya, Gunungkidul Menginspirasi berhasil menjadi salah satu dari 20 organisasi pelaksana terpilih dari sekitar 400 kandidat se-Indonesia, sekaligus menjadi satu dari dua organisasi yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Program ini adalah ruang partisipasi bermakna bagi orang muda untuk tidak hanya mengkritisi, tetapi juga terlibat langsung menyelesaikan tantangan pembangunan manusia,” ujar Josu, sapaan akrab Joko Susilo.
Sementara itu, perwakilan Indika Foundation, Mutia Dinda Melisa, menjelaskan bahwa Gerak Dampak Academy dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda sekaligus membangun karakter yang berlandaskan nilai perdamaian dan kewargaan global.
Melalui Kurikulum Harmoni yang menjadi fondasi pembelajaran, peserta akan mempelajari berbagai nilai penting, mulai dari menghargai keberagaman, regulasi emosi, keterbukaan pikiran, hingga integritas.
“Melalui kurikulum ini, teman-teman akan belajar tujuh nilai perdamaian, termasuk harga keberagaman, regulasi emosi, keterbukaan pikiran, hingga integritas,” jelas Dinda.
Tak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan program Langkah Global ID yang membuka wawasan mengenai peluang pengembangan talenta dan karier global, termasuk kesempatan bekerja di luar negeri, khususnya Jepang.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Erisa Aura, peserta dari MA Darul Quran, mengaku mengikuti program tersebut untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan pondok pesantrennya.
Pembukaan program turut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda.
“Saya tidak ingin anak-anak muda kita tidak berani bicara, tidak berani bermimpi. Di tangan kalianlah masa depan bangsa ini berada,” tegas Bupati Endah.
Ia juga membagikan pengalaman hidupnya yang penuh perjuangan sebagai motivasi bagi para peserta agar tidak takut menghadapi kegagalan dan terus berani mengejar cita-cita.
Setelah mengikuti mini bootcamp, peserta yang lolos seleksi akan melanjutkan pembelajaran melalui intensive course dan learning journey. Dalam tahap ini mereka akan terjun langsung ke masyarakat, belajar bersama komunitas penghayat dan sanggar seni untuk memahami kondisi lokal secara lebih mendalam.
Melalui pendekatan tersebut, Gerak Dampak Academy diharapkan mampu melahirkan generasi muda Gunungkidul yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
Reporter: Alvianita S. Imelda
















