Gunungkidulpos.com – Wonosari – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) atau dana darurat untuk menjamin kegiatan dropping air bersih tetap berjalan di tengah meningkatnya dampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan ancaman kekeringan dan kebakaran hutan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, masyarakat Gunungkidul selama ini telah terbiasa menghadapi berbagai tantangan alam yang membentuk karakter tangguh.
“Warga Gunungkidul sudah terlatih menghadapi kondisi geografis yang kering dan tantangan lingkungan yang ada,” kata Endah, Sabtu (22/8/2026).
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan langkah dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini, terutama kekeringan dan kebakaran hutan.
“Pemerintah dan masyarakat harus bersatu untuk menanggulangi kekeringan dan kebakaran hutan secara bersama-sama,” ujarnya.
Endah juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan hutan. Ia menegaskan kebakaran dapat dipicu oleh hal-hal kecil yang sering kali diabaikan.
“Jangan sampai ada satu puntung rokok pun jatuh di area hutan karena bisa memicu kebakaran,” tegasnya.
Sementara itu, terkait anggaran dropping air bersih yang mulai menipis seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pemkab Gunungkidul telah menyiapkan skema pembiayaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), yakni anggaran darurat yang dapat digunakan untuk penanganan bencana dan kondisi mendesak.
“Untuk anggaran dropping air yang mulai habis, kami sudah menyiapkan skemanya melalui BTT,” pungkas Endah. (Alvianita S. Imelda)
















