Gunungkidulpos.com – Wonosari – Bupati Gunungkidul bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU), Panewu, dan Lurah melakukan tinjauan lapangan untuk mengaudit kesiapan proyek infrastruktur di sejumlah wilayah, Senin (31/8/2026). Monitoring ini dilakukan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana, khususnya pada ruas jalan kabupaten yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
Dalam tinjauan tersebut, rombongan menyasar sejumlah proyek pembangunan dan rehabilitasi jalan yang tersebar di berbagai kapanewon. Dari hasil pemantauan, ditemukan kondisi yang beragam. Beberapa proyek telah memasuki tahap pengerjaan dengan material yang sudah tersedia di lokasi, sementara beberapa lainnya masih menunggu ketersediaan material meskipun kontrak pekerjaan telah berjalan.
Pemerintah daerah juga mengidentifikasi delapan titik sampel jalan dengan tingkat kerusakan parah yang menjadi prioritas penanganan. Ruas yang ditinjau meliputi Rehabilitasi Jalan Duwet–Wareng, Rekonstruksi Jalan Serpeng–Semanu, Pembangunan Talud Kemiri–Pulebener, Pembangunan Drainase Singkil–Giring, Rekonstruksi Jalan Plembutan–Dengok, Getas–Srikoyo, Pengkol–Kedungpoh, Karangtengah–Bejiharjo, serta Rekonstruksi Duwet Kemejing.
“Secara keseluruhan, tahun ini pemerintah daerah menangani total 25 kilometer jalan kabupaten yang tersebar di beberapa ruas. Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp40 miliar, dan jumlah ini belum termasuk rencana penambahan pada anggaran perubahan mendatang,” papar Bupati Endah.
Selain pembangunan jalan, Dinas PU juga tengah menjalankan berbagai program strategis di bidang lain. Tercatat, Bidang Bina Marga melaksanakan 134 kegiatan jalan, Bidang Sumber Daya Air 19 kegiatan, Bidang Cipta Karya 18 kegiatan, serta rehabilitasi 51 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Bidang Perumahan.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah proyek mendapat dukungan dari masyarakat. Di beberapa lokasi, warga memberikan izin penebangan pohon untuk pembangunan drainase. Bahkan di wilayah Kedungpoh, terdapat warga yang menghibahkan tanahnya guna pemasangan sodetan gorong-gorong untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
“Terkait hibah dan dukungan lahan ini, Kita juga memberikan arahan tegas agar seluruh kesepakatan dilakukan secara tertulis. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum dan mencegah potensi gugatan atau implikasi hukum di masa depan bagi pemerintah maupun masyarakat,” pesan Bupati dalam arahannya.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga terus mendorong percepatan penyerapan anggaran pembangunan. Saat ini, penyerapan yang sebelumnya berada di angka 24 persen dipacu agar dapat mencapai target 90 persen sebagai bagian dari capaian kinerja Dinas PU.
Sementara itu, upaya mencari sumber pendanaan tambahan terus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Beberapa ruas jalan strategis masih diusulkan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Beberapa ruas jalan strategis, seperti akses menuju Bejiharjo atau Pindul, serta kelanjutan jalur Kepek-Ngobaran, saat ini masih dalam proses pengajuan dan menunggu kabar dari pusat,” ungkap Kepala DPUPRKP Kabupaten Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto.
Pemerintah berharap masyarakat dapat bersabar mengingat kebutuhan anggaran perbaikan jalan di berbagai wilayah masih sangat besar. Meski demikian, pembangunan infrastruktur tetap menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Reporter: Alvianita S. Imelda
















