Berita

Dalam Satu Malam, Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Gunungkidul

60
×

Dalam Satu Malam, Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Gunungkidul

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Wonosari – Dua kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir bersamaan di wilayah Kabupaten Gunungkidul pada Kamis (20/8/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi di Tompak, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen dan Bulak Blok Jlantir, Padukuhan Jentir, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen.

Kepala UPT Damkarmat Kabupaten Gunungkidul, Handoko, mengatakan kedua laporan kebakaran masuk dalam rentang waktu yang berdekatan sehingga tim harus bergerak melakukan penanganan di dua lokasi berbeda.

Kebakaran pertama terjadi di kawasan Tompak, Ngawu. Berdasarkan laporan yang diterima petugas, api pertama kali terlihat sekitar pukul 17.00 WIB. Karena dinilai masih jauh dari permukiman, kobaran api sempat dibiarkan. Namun sekitar dua jam kemudian, api diketahui telah menjalar ke tumpukan sisa potongan pohon yang berada di sisi selatan lokasi sehingga kebakaran semakin meluas.

Warga yang melihat api membesar kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Damkarmat Kabupaten Gunungkidul. Tim gabungan dari Damkarmat Gunungkidul, TRC BPBD Gunungkidul, SAR Sigap, dan warga sekitar diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp200 ribu.

Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di Bulak Blok Jlantir, Padukuhan Jentir, Sambirejo, Ngawen. Informasi kejadian diterima dari BPBD Klaten pada pukul 21.15 WIB. Kebakaran menghanguskan lahan dan vegetasi seluas kurang lebih empat hektare.

Personel Damkarmat dan TRC BPBD yang menuju lokasi mendapati area kebakaran berada jauh dari permukiman warga dan tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran. Meski demikian, petugas bersama warga, Polsek dan pemerintah kalurahan tetap melakukan upaya penanganan agar api tidak meluas ke area lain.

Akibat kebakaran di Ngawen tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta. Hingga kini penyebab pasti kedua kebakaran masih belum diketahui.

Handoko mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melakukan aktivitas pembakaran di area yang rawan terjadi kebakaran.

“Menghimbau kepada warga masyarakat agar selalu waspada dalam melakukan pembakaran di area rawan,” kata Handoko. (Alvianita S. Imelda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *