Berita

Jelang Pilur Serentak, Bupati Gunungkidul Pastikan Kesiapan Logistik dan Keamanan

290
×

Jelang Pilur Serentak, Bupati Gunungkidul Pastikan Kesiapan Logistik dan Keamanan

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Wonosari – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak, Bupati Gunungkidul bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring di sejumlah kalurahan untuk memastikan kesiapan logistik, netralitas penyelenggara, serta keamanan wilayah, Kamis malam (24/9/2026).

Monitoring dilakukan di Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, serta Kalurahan Sampang dan Mertelu, Kapanewon Gedangsari. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi kesiapan panitia menjelang hari pemungutan suara.

Di Kalurahan Kampung, Ketua Panitia Pilur Hardono melaporkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 5.379 jiwa. Panitia menyiapkan 5.515 surat suara, termasuk cadangan 2,5 persen, yang akan digunakan di 15 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 15 padukuhan.

“Pihak panitia memastikan bahwa seluruh logistik, mulai dari kotak suara hingga bilik suara, telah siap dan dalam kondisi tersegel guna menghindari kecurigaan publik,” kata Hardono.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memberikan perhatian khusus terhadap potensi kerawanan yang muncul akibat fanatisme pendukung. Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak merusak kerukunan masyarakat.

“Jangan sampai perbedaan pilihan memecah belah kerukunan antarwarga,” tegas Bupati.

Sementara itu, di Kapanewon Gedangsari, Panewu Gedangsari Eko Krisdiyanto menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah wilayah yang dinilai krusial, terutama Kalurahan Watugajah dan Sampang yang berbatasan langsung dengan wilayah luar daerah. Potensi intervensi dari organisasi kemasyarakatan (ormas) luar menjadi salah satu perhatian menjelang pelaksanaan Pilur.

“Kita meminta aparat keamanan dari TNI, Polri, dan Satpol PP dapat mempertebal personel, terutama pada malam sebelum hari pemungutan suara,” ungkap Panewu Gedangsari.

Selain kesiapan keamanan, seluruh panitia Pilur juga diingatkan untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan transparansi dalam setiap tahapan penyelenggaraan. Panitia diminta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan persepsi keberpihakan di tengah masyarakat.

Terkait hak pilih, pemerintah memberikan kesempatan bagi warga yang memiliki KTP setempat namun belum masuk dalam DPT untuk menggunakan hak suaranya melalui mekanisme Daftar Pemilih Khusus (DPK). Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) juga dipastikan membuka layanan pada hari pemungutan suara bagi warga yang baru genap berusia 17 tahun.

Di Kalurahan Sampang tercatat sebanyak 2.324 pemilik hak pilih. Sistem zonasi TPS diterapkan dengan membagi wilayah dari enam padukuhan menjadi tiga area utama guna meminimalkan pengelompokan massa yang bersifat eksklusif.

Sedangkan di Kalurahan Mertelu terdapat 2.945 pemilik hak pilih yang akan menggunakan hak suaranya di 10 TPS. Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan agar masyarakat berani menolak segala bentuk tekanan maupun ancaman dari pihak luar serta tetap menjaga kerahasiaan pilihannya.

Melalui monitoring ini, jajaran Forkopimda berharap pelaksanaan Pilur serentak di Kabupaten Gunungkidul dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif serta menghasilkan pemimpin yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat tanpa meninggalkan konflik sosial di kemudian hari.

Reporter: Alvianita S. Imelda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *