Berita

Jogja Benih Expo 2026 Hadirkan Inovasi untuk Pertanian Berkelanjutan

45
×

Jogja Benih Expo 2026 Hadirkan Inovasi untuk Pertanian Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Playen – Jogja Benih Expo #2 Tahun 2026 yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, di BP3MBTP Unit Gading, Playen, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (26/8/2026).

Pameran yang menampilkan berbagai benih unggul dan teknologi pertanian terkini tersebut menjadi ajang mempertemukan seluruh pelaku dalam sektor perbenihan, mulai dari peneliti, pelaku usaha, penyuluh pertanian hingga petani.

Dalam kesempatan itu, Ni Made membacakan sambutan Gubernur DIY yang menekankan pentingnya membangun sinergi antar pelaku perbenihan guna memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan di masa depan.

“Saya menyambut baik perhelatan ini, bukan semata sebagai ruang untuk menampilkan varietas unggul dan perkembangan teknologi pertanian, tetapi sebagai ikhtiar mempertemukan seluruh mata rantai perbenihan. Dari peneliti yang mengembangkan varietas, pelaku usaha yang memperkuat industri, penyuluh yang menjembatani pengetahuan, hingga petani yang mengolah benih di atas tanah,” ungkap Ni Made saat membacakan sambutan Gubernur DIY.

Menurutnya, benih tidak hanya menjadi awal dari proses budidaya tanaman, tetapi juga menyimpan harapan besar bagi petani, masyarakat, dan bangsa. Benih yang berkualitas berperan penting dalam menghasilkan pangan bergizi sekaligus mendukung upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan pertanian, serta tuntutan peningkatan produktivitas, sektor pertanian dituntut semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, penguatan industri benih berbasis inovasi menjadi langkah strategis untuk mendukung kegiatan budidaya para petani.

Meski demikian, perkembangan teknologi pertanian harus tetap berpihak kepada petani. Inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani, memperluas akses terhadap benih bermutu, serta menjembatani hasil riset dengan kebutuhan di lapangan.

“Yogyakarta memiliki modal untuk itu. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri perbenihan, kelompok tani, serta kekayaan pengetahuan lokal harus semakin terhubung dalam satu ekosistem perbenihan yang produktif dan berkelanjutan,” lanjut Ni Made.

Melalui penyelenggaraan Jogja Benih Expo #2, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara dunia penelitian, industri, penyuluh, dan petani sehingga inovasi di bidang perbenihan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di DIY. (Alvianita S. Imelda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *