Berita

Kamar Tidur Rumah Warga di Saptosari Hangus Terbakar

123
×

Kamar Tidur Rumah Warga di Saptosari Hangus Terbakar

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Saptosari – Kebakaran menghanguskan satu kamar tidur di rumah milik Tri Sugiarti (29), warga Padukuhan Mojosari RT 05/RW 04, Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari, Kamis (3/9/2026) siang.

Kepala UPT Damkarmat Kabupaten Gunungkidul Handoko menjelaskan, kejadian diketahui sekitar pukul 12.15 WIB saat pemilik rumah melihat api sudah membesar dan membakar kamar tidur anaknya yang berada di bagian timur bangunan.

Pemilik rumah kemudian masuk ke kamar untuk menyelamatkan sejumlah barang berharga sebelum keluar rumah dan meminta bantuan warga sekitar. Warga yang berdatangan ke lokasi selanjutnya bergotong royong memadamkan api hingga kobaran berhasil dikendalikan dan tidak merambat ke bagian rumah lainnya maupun bangunan di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil assessment di lapangan, bangunan rumah berbentuk limasan dengan ukuran sekitar 8 meter x 12 meter. Area yang terbakar merupakan satu ruangan kamar tidur berukuran sekitar 5 meter x 2,5 meter dengan tingkat kerusakan mencapai 90 persen.

Akibat kejadian tersebut, sebagian rangka kayu, sebagian rangka dan penutup atap, tiga unit lemari beserta isinya, dipan dan kasur, satu lembar ijazah TK, dua unit telepon genggam merek Oppo, serta uang tunai sekitar Rp1 juta ikut terbakar.

Selain menyebabkan kerusakan pada kamar tidur, instalasi listrik di area terdampak juga hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Handoko menyebut, tim gabungan yang terdiri dari Damkarmat Kabupaten Gunungkidul, TRC BPBD Kabupaten Gunungkidul, Tagana, dan masyarakat setempat telah melakukan assessment serta penyaluran bantuan logistik kepada keluarga terdampak.

Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako dan permakanan, dua matras lipat, tiga selimut, satu paket hygiene kit, dua tas perlengkapan sekolah, serta tiga paket sandang.

Keluarga terdampak terdiri dari enam jiwa, yakni dua orang dewasa, dua lansia, serta dua anak yang masih bersekolah di tingkat SMP dan TK.

Saat ini kebutuhan utama yang diperlukan adalah perbaikan rangka atap, penggantian genteng, serta rehabilitasi ruang kamar tidur yang mengalami kerusakan. Warga bersama unsur terkait juga direncanakan melaksanakan kerja bakti pembersihan dan perbaikan bangunan.

Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.

Reporter: Alvianita S. Imelda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *