
Gunungkidulpos.com – Semanu – Kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (15/10/2026), membawa sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan ketahanan pangan hingga rencana pengembangan industri bioetanol berbasis jagung lokal.


Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menerima kunjungan kerja tersebut di PT Widodo Makmur Unggas. Selain membahas pengembangan sektor pertanian dan peternakan, pertemuan itu juga menyoroti pengawasan rantai pasok serta stabilitas harga ayam dan telur.
Salah satu perhatian dalam kunjungan tersebut adalah dukungan pengembangan lahan jagung di Gunungkidul. Pemerintah mengalokasikan bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 8.500 hektar pada tahap pertama, ditambah 1.000 hektar. Pasokan jagung dari petani lokal juga berpotensi mendukung rencana pembangunan pabrik bioetanol di wilayah tersebut.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, dukungan pemerintah pusat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.
“Gunungkidul menerima alokasi bantuan bibit jagung untuk lahan seluas 8.500 hektar pada tahap pertama, ditambah 1.000 hektar. Selain itu, ada bantuan alat pertanian berupa traktor serta bibit sejumlah komoditas perkebunan,” kata Endah.
Selain jagung, bantuan bibit juga mencakup kelapa pandan manis untuk lahan seluas 221 hektar, kakao 50 hektar, dan durian 10 hektar. Pemerintah turut memberikan bantuan alat pertanian berupa traktor kepada kelompok tani yang telah melalui proses verifikasi.
Menurut Endah, dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi pertanian daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama apabila rencana pengembangan industri bioetanol dapat direalisasikan.
“Semoga kolaborasi dan bantuan ini membawa keberkahan serta meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Gunungkidul,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut menyoroti ketimpangan harga pangan antara tingkat produsen dan konsumen. Harga yang diterima peternak dan petani dinilai perlu mendapat perhatian ketika harga di pasar justru meningkat hingga melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Pemerintah berencana memperkuat pengawasan rantai distribusi dan menindaklanjuti dugaan praktik permainan harga yang berpotensi merugikan produsen maupun konsumen. Salah satu langkah yang dibahas adalah pengerahan satuan tugas khusus untuk menyelidiki dugaan pelanggaran dalam tata niaga komoditas pangan.
Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan program makan bergizi serta memperhatikan komponen biaya produksi, termasuk pakan ternak. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha peternak sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
Pembahasan dalam kunjungan kerja tersebut juga mencakup pengembangan sektor pertanian dan pengelolaan lingkungan di Gunungkidul. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah penanganan populasi monyet ekor panjang melalui program reklamasi lahan dan penanaman pohon buah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan lingkungan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem. Pengembangan lahan dan penanaman pohon buah juga menjadi bagian dari upaya memperhatikan kondisi lingkungan di wilayah Gunungkidul.
Melalui dukungan bantuan sarana produksi pertanian, pengawasan rantai pasok, serta peluang pembangunan industri berbasis hasil pertanian, pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian dan peternakan.
Rencana pengembangan industri bioetanol juga berpotensi membuka peluang pasar bagi hasil panen jagung petani lokal. Dengan demikian, pengembangan pertanian di Gunungkidul diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi petani, peternak, dan masyarakat.
Reporter: Alvianita S. Imelda















