Gunungkidulpos.com – Wonosari – Pengembangan sumur ladang dinilai dapat menjadi solusi untuk menjaga produktivitas pertanian saat musim kemarau. Ketersediaan sumber air memungkinkan petani tetap bercocok tanam sehingga lahan tidak menganggur ketika curah hujan menurun.
Kabupaten Gunungkidul memiliki sejumlah wilayah yang dinilai potensial untuk pengembangan komoditas hortikultura, terutama bawang merah, cabai, dan berbagai jenis sayuran.
Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Endang Sri Sumiartini mengatakan, sumur ladang dapat membantu petani tetap produktif meski menghadapi musim kemarau.
“Daripada saat kemarau tidak produktif, alangkah baiknya petani didukung dengan sumur ladang,” katanya.
Menurutnya, bawang merah menjadi salah satu komoditas yang layak dikembangkan karena kualitasnya sudah terbukti baik di Gunungkidul.
“Bawang merah Gunungkidul sudah teruji kualitasnya dan berpotensi mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain bawang merah, komoditas cabai dan sayuran juga dinilai memiliki peluang besar untuk dibudidayakan. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah.
Sejumlah wilayah seperti Wonosari, Playen, Karangrejek, Plembutan, dan Pampang disebut memiliki potensi untuk pengembangan pertanian berbasis sumur ladang.
Untuk merealisasikan hal tersebut, pihaknya mendorong adanya sinergi antara Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam penyediaan sarana pendukung bagi petani.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, produktivitas pertanian di Gunungkidul diharapkan tetap terjaga sepanjang musim kemarau sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
(Alvianita S. Imelda)
















