Berita

Tinggal 7 Tahun di Rumah Lantai Tanah, Keluarga Gunawan Akhirnya Didatangi Bupati & Baznas

141
×

Tinggal 7 Tahun di Rumah Lantai Tanah, Keluarga Gunawan Akhirnya Didatangi Bupati & Baznas

Sebarkan artikel ini

Gunungkidulpos.com – Wonosari – Hampir 8 tahun tinggal di rumah berdinding GRC dan berlantai tanah, keluarga Gunawan di Srumbungan, Kapanewon Patuk akhirnya mendapat perhatian. Selasa, (1/9/2026) Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Baznas langsung melakukan peninjauan ke kediamannya.

Kehadiran itu menjadi bentuk nyata komitmen negara untuk memastikan tidak ada warganya yang tertinggal dalam kemiskinan.

Saat ditinjau, kondisi rumah Gunawan sangat memprihatinkan. Lantai masih tanah gembur, tidak ada jendela, sirkulasi udara minim. Dinding dari material GRC dan atap asbes juga berisiko bagi kesehatan paru-paru penghuninya.

Kondisi ekonomi keluarga 4 orang ini juga terbatas. Satu tempat tidur dipakai bergantian. Untuk memasak, Gunawan bahkan sering kembali ke kayu bakar saat gas habis.

Lebih mirisnya lagi, selama tinggal di situ, keluarga ini belum pernah tersentuh bantuan sosial. Saat ini pihaknya sedang diperjuangkan oleh pendamping PKH agar masuk ke dalam basis data penerima bantuan.

Dampaknya sampai ke pendidikan anak. Anak-anak Gunawan diketahui sempat menunggak biaya sekolah.

“Pemerintah menegaskan bahwa hal seperti ini tidak boleh terjadi, terutama karena keluarga tersebut sudah berupaya menjalani hidup dengan jujur tanpa terlibat pinjaman atau masalah sosial lainnya.” ujar Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau langsung di kediamannya.

Sebagai tindak lanjut, Pemda bersama Baznas dan warga Srumbungan akan bergotong-royong membangun rumah Gunawan agar layak huni.

Tak hanya perbaikan fisik, Baznas juga menyiapkan bantuan jangka panjang. Ketua Baznas Kabupaten Gunungkidul, Mustangid tengah menyiapkan skema bantuan modal usaha bagi Ibunda Gunawan yang berprofesi sebagai pengrajin tempe. Tujuannya agar keluarga bisa mandiri secara ekonomi.

“Inilah fungsi dan manfaat kita menyalurkan zakat melalui Baznas. Dengan zakat yang dikumpulkan bersama-sama, kita bisa membangunkan rumah yang layak untuk saudara kita,” ujar Bupati Endah dalam kunjungan tersebut, sembari mengapresiasi para ASN dan masyarakat yang telah rutin menunaikan zakatnya.

Bupati Endah juga meminta perangkat desa, kader PKH, dan masyarakat untuk lebih proaktif. Jangan menunggu kasus viral di media sosial.

Warga diminta langsung melapor melalui pemerintah kelurahan, Penewu, kanal “Lapor Bupati”, atau kantor Baznas agar bisa segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.

Reporter: Alvianita S. Imelda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *